-->

Pantai Papuma, Wisata Alam Eksotis dan Saksi Akulturasi Budaya di Jember

Pantai Papuma
Papuma, foto: dok. Penulis


Pantai Papuma, Wisata Alam Eksotis dan Saksi Akulturasi Budaya di Jember - Jember, 28 Juni 2021, Hai sobat, mendengar kata Jember tentunya sudah tidak terlalu asing bukan? Meskipun tidak termasuk dalam kota-kota besar di Indonesia. Terletak di Jawa Timur, Kabupaten Jember adalah salah satu kota yang masuk dalam Karesidenan Besuki. Nah, Sebagai salah satu pusat industri di wilayah Karesidenan Besuki, tentunya Jember juga menjadi titik tujuan dari transmigrasi masyarakat dari berbagai wilayah.

Selain masyarakatnya yang berasal dari beragam suku, dari sudut geografi Jember juga merupakan tempat dengan bentangan alam yang bervariasi mulai dari wilayah pegunungan sampai pantai. Selain sebagai pusat dari Taman Nasional Meru Betiri, di Jember terdapat juga beberapa titik lokasi yang merupakan bagian dari pegunungan Argopuro yamg membentang dari Situbondo-Probolinggo.

Diantara bentangan alam yang juga menjadi ikonik Kota Jember dalam bidang pariwisata, kali ini aku bakal berbagi informasi menarik tentang salah satu wisata alam berbasis perairan yaitu "Pantai Papuma", sebagai topik utama dari program kompetisi artikel yang diadakan oleh EsaUnggul atau Universitas Esa Unggul (UEU) yang merupakan salah satu Universitas Swasta bergengsi di Jakarta.

Papuma, Bukti Akulturasi Masyarakat Jawa dan China

Tidak hanya berasal dari dalam nusantara, masyarakat dari luar negeri-pun banyak yang melakukan transmigrasi ke Jember. Oleh sebab itu di Jember juga sangat mudah ditemui masyarakat dari keturunan luar nusantara terutama Chinnese.

Dipantai Papuma terdapat bukti hasil akulturasi masyarakat Jawa dan China baik yang bersifat benda ataupun non-benda. Salah sati bukti akulturasi tersebut tertuang dengan terdapat berdirinya sebuah Vihara yang masih dirawat hingga saat ini. Padahal masyarakat sekitar di dominasi oleh pemeluk agama Islam. Nilai toleransi yang sangat terjaga membuat hubungan antar masyarakat disana menjadi sangat baik hingga tidak pernah terjadi perselisihan atas unsur agama. Selain itu perbedaan budaya yang ada juga membuat akulturasi terhadap kegiatan adat taunan larung sesaji.

Setiap tahunnya di Papuma juga selalu diadakan oleh masyarakat sekitar acara adat "larung sesaji" atau bisa juga disebut "petik laut". Acara ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur akan hasil laut yang melimpah. Dalam perayaannya, larung sesaji di Papuma menggabungkan akukturasi masyarakat Jawa dan China.

Kegiatan puji syukur yang merupakan salah satu adat Jawa ini dimulai dengan memasuki pekarangan Vihara Sriwulan dan berhenti di salah satu ceruk tempat sesaji, disinilah sesajian didoakan bersama sebelum dilarungkan (dibawa) ke laut. Dalam pelaksanaannya, larung sesaji diiringi oleh atraski barongsai China hingga ke tepi pantai.


Pantai Papuma
Vihara Sriwulan, foto: ig @arti.bintang

Pantai Eksotis Spot Sunrise dan Sunset 

Berbeda dari kebanyakan pantai pada umumnya yang hanya dapat menawarkan fenomena alam sunrise (matahari terbit) atau sunset (matahari tenggelam). Di pantai Papuma ini, kalian dapat menikmati pemandangan sunrise di pagi hari dan juga sunset di sore hari.

Hal tersebut terjadi karena pantai Papuma ini sendiri merupakan gabungan dari 2 pantai, dari namanya "Papuma" juga merupakan sebuah kependekan kata dari "Pasir Putih Malikan". Di Papuma terdapat 2 pantai dengan letak yang bergandengan, pantai Pasir Putih adalah pantai dengan bentangan pasir putih dan tempat bersandarnya kapal-kapal kecil nelayan setempat. Pantai Pasir Putih menghadap ke arah timur, sehingga disini kalian dapat menikmati pemandangan sunrise (matahari terbit).

Melalui jalanan aspal yang ada menuju pintu keluar wisata, terdapat pantai dengan lautan terbuka tanpa pemecah ombak alamo ataupun buatan. Pantai inilah yang disebut dengan "Malikan", penamaan "Malikan" sendiri diambil dari kata "walik" yang berarti "dibalik", jadi, pantai Malikan ini adalah pantai lain yang berada di balik pantai Pasir Putih dengan bibir pantai yang masih bergandengan.

Berbeda dengan pantai Pasir Putuh yang memiliki ombak relatif lebih tenang karena banyaknya pemecah ombak alami, di pantai Malikan ombak dan angin berhembus dengan sangat kencang. Pasirnya sendiri sebenarnya masih sama berwarna putih, namun yang membedakan adalah banyaknya bebatuan bulat besar di sepanjang garis pantai Malikan. Dengan ombaknya yang besar, pantai Malikan menghadap ke lautan lepas di arah barat daya, oleh karena itu dari pantai Malikan kalian dapat menikmati pemandangan sunset (matahari tenggelam).


Pantai Papuma
Matahari terbit, foto: ig @putrantiningrum


Surga Pemancing dan Tempat Camping terbaik

Berada di sisi selatan pulau jawa yang merupakan arah lautan lepas dari Samudra Hindia, membuat pantai Papuma memiliki banyak memiliki sumber daya laut yang melimpah. Makanya tidak heran jika masyarakat disana kebanyakan mengantungkan hidupnya sebagai nelayan ataupun membangun rumah makan seafood.

Saat berkunjung kemari kalian akan dibebaskan untuk melakukan kegiatan memancing asalkan tidak keluar dari zona aman yang telah ditetapkan. Banyak juga wisatawan dari luar kota yang dapat kemari hanya untuk sekedar memancing dengan target ikan favorit disini ikan kerapu, kakap, dan ikan kuwe.

Di Papuma, wisatawan yang datang juga diperbolehkan untuk berkemah pada area yang telah ditentukan. Selain para pemancing, kegiatan berkemah bersama keluarga juga dapat menjadi rekomendasi saat kalian menuju kemari. Jangan khawatir, keamanan di pantai ini dijaga dengan ketat, apalagi pantai ini dikelola oleh pihak perhutani, setiap saatnya terdapat petugas yang berkeliling untuk memantau wilayah sekitar dan terdapat juga menara pengawas pantai di beberapa titik.


Pantai Papuma
Pantai papuma, foto: ig @visiteastjava


Lokasi dan Rute Menuju Pantai Papuma

Terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Pantai ini berjarak ±40 KM dari pusat kota. Akses jalan termudah dari pusat kota ataupun dari arah Lumajang adalah dengan menuju simpang 4 pasar Mangli. Kemudian dari sana, berbelok menuju arah Kecamatan Ambulu. Kondisi jalannya sudah sangat baik, hampir tidak ada jalan bergelombang atau berlubamg disepanjang perjalanan. Sesampainya di Kecamatan Ambulu, kalian juga hanya perlu lurus terus melalui jalan utama dan mengabaikan belokan di tiap-tiap persimpangan yang ada, hingga kemudian saat sudah di Kecamatan Wuluan, akan terdapat gerbang besar bertuliskan "PAPUMA", disinilah kalian merubah arah dan berbelok melalui gapura tersebut.

Karena letak Papuma yang berada di balik bukit besar jadi setelah melalui gerbang selamat datang itu, jalanan akan menanjak dan menurun dengan kemiringan cukup terjal. Pastikan kalian sudah memeriksa keadaan kendaraan kalian dan berhati-hati saat melaluinya. Oiya, akses jalan ini masih cukup besar kok, bahkan untuk sekelas mobil minibus juga masih muat.

Tarif Tiket dan Fasilitas Wisata

Sebagai salah satu destinasi wisata yang sudah sangat populer, fasilitas wisata di pantai Papuma sudah terbilang sangat lengkap. Pantai ini dikelola oleh Perhutani dengan tetap mendapat perhatian Pemkab Jember yang sangat ketat. Untuk dapat berkunjung di pantai Papuma, tarif tiket yang perlu kalian keluarkan adalah sebesar,

•Tiket Masuk WNI (weekday) : idr 18.000
• Tiket Masuk WNI (weekend) : idr 25.000
• Tiket Masuk WNA (Weekday) : idr 40.000
• Tiket Masuk WNA (weekend) : idr 80.000
• kendaraan roda 2 : idr 5000
• kendaraan roda 4 : idr 10.000
• kendaraan roda 6 : idr 15.000
• camping : idr 5.000

Meskipun terbilang cukup mahal dibanding pantai-pantai lainnya, semua itu bakalan sepadan dengan sensasi keindahan pantai Papuma yang memanjakan mata. Beragam fasilitas seperi mushola, kamar mandi, camping ground dan gazebo juga tersedia disini. Dikawasan pantai Papuma ini juga terdapat banyak rumah makan seafood dan penginapan yang langsung menghadap pantai.

Nah, bagaimana sobat? Sangat unik dan menarik untuk dikunjungi bukan destinasi wisata alam pantai Papuma yang ada di kotaku ini. Meskipun datang jauh-jauh, pastinya kalian tidak akan rugi kok saat berkunjung kemari. Dan pastikan juga kalian tetap menjaga kelestarian dan kebersihan saat berkunjung ke Pantai Papuma.


#inikotaku dan #esaunggul



2 Responses to "Pantai Papuma, Wisata Alam Eksotis dan Saksi Akulturasi Budaya di Jember"

  1. Saran buat yang mau camping di papuma, hati-hati saat pagi. Banyak monyet liar yang kadang obrak abrik tenda nyari makanan

    ReplyDelete
  2. Camping mending di pasir putihnya jangan di malikan, angine ranguatišŸ˜‚

    ReplyDelete

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed