-->

Belum Terwujudnya Demokrasi Ekonomi Membuat Ekonomi Indonesia Terpuruk

Hendri Saparini, (foto: Rimanews)

 Secara konsep dasar kondisi ekonomi di tentukan oleh seberapa besar pertumbuhan ekonomi yang menjadi kemampuan dari suatu perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa.

Memiliki sistem pemerintahan demokrasi, perwujudan demokrasi sendiri tidak hanya sekedar pada bidang politik saja, penerapan pada bidang ekonomi juga harus dilaksanakan agar memenuhi keseluruhan dari makna demokrasi.

Sistem demokrasi ekonomi merupakan sistem perekonomian nasional dari perwujudan falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Kurangnya keberhasilan dalam mewujudkan demokrasi ekonomi akan berimbas buruk pada perekonomian negara dengan sistem demokrasi. Menurut penilaian pengamat ekonomi Hendri Saparini, melemahnya rupiah terhadap dolar lantaran belum terwujudnga demokrasi ekonomi di Tanah Air.

Hendri Saparini yang merupakan Direktur Center of Reform on Economics (Core) Indonesia ini juga menjelaskan jika pihaknya akan membantu 

Menurut ekonom senior yang juga menjabat sebagai Direktur Center of Reform on Economics (Core) Indonesia ini, dia bersama timnya akan ikut membantu pemerintah dalam mewujudkan demokrasi ekonomi nasional. "Pada Intinya, demokrasi ekonomi itu harus ada. Demokrasi ekonomi itu adalah semua orang harus ikut bergerak untuk meningkatkan perekonomian nasional. Karena, dalam Undang Undang cukup jelas, pemerintah berkewajiban menyediakan lapangan pekerjaan," kata Hendri Saparini melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa  (5/10/2018).

Penyediaan lapangan kerja dalam demokrasi ekonomi dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam menjalankan perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. 

Hendri juga menambahkan, "Karena di dalam undang-undang itu sendiri sudah jelas. Bahwa negara berkewajiban memberikan lapangan pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi warganya. Jadi hak untuk mendapatkan pekerjaan itu bukan hanya masyarakat yang memiliki pendidikan  yang tinggi. Jadi  masyarakat yang mau bekerja tidak perlu harus berkompetisi dulu," 

Jadi, jika demokrasi ekonomi terbentuk dengan baik, kesenjangan ekonomi yang ada dipastikan dapat menurun drastis pada masyarakat perkotaan maupun desa.

Kemudian, dalam sebuah webinar di Jakarta pada 2020 itu, Hendri Saparini juga menuturkan menyebutkan bahwa ada dua penyebab utama masalah perekonomian yang dihadapi Indonesia.

"Yang pertama adalah lemahnya demokrasi ekonomi . Hal ini menjadi masalah besar sehingga terjadi kesenjangan aset dan akses," kata Hendri dalam webinar di Jakarta, (21/8/2020).

Kemudian dijelaskan juga jika lemahnya demokrasi ekonomi di Indonesia juga ditandai dengan lambatnya teknik strategi ekonomi dalam membangun berbagai sektor industri.

"Yang kedua adalah masalah yang sifatnya teknik strategis, antara lain karena Indonesia lalai atau lamban dalam membangun berbagai sektor industri (supai) untuk memenuhi konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi dan untuk menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja luas," ucap Hendri.

Pada webinar tersebut, Hendri juga menyarankan pemerintah untuk memperkuat fundamental ekonomi. Apalagi sering terjadinya kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang tentunya berdampak kepada perekonomian nasional.

Hendri dan timnya juga mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam melaksanakan stabilitas ekonomi. Dengan harapan pulihnya stabilitas ekonomi tersebut akan dapat membawa Indonesia mampu bersaing kembali di pasar global.

Alasan pemerintah menjelaskan pelemahan rupiah disebabkan oleh dampak krisis global terkait perang dagang AS dan China. Tapi perlu diingat, jika beberapa negara lain yang terdampak krisis ekonomi faktor eksternal sudah mulai bangkit seperti Vietnam dan Thailand.

 Hendri menjelaskan, sumber pendapatan besar negara salah satunya dari ekspor. Meskipun menjadi Indonesia yang rajin melakukan ekspor sangat disayangkan jika 65% ekspor yang dilakukan masih berupa bahan mentah.

"Sehingga yang menentukan pasar global. Padahal, kalau ekspornya sudah dalam bentuk barang jadi, kita bisa menjual barang dengan menyesuaikan dengan nilai produksi," kata Hendri.


-yanuar rizky

0 Response to "Belum Terwujudnya Demokrasi Ekonomi Membuat Ekonomi Indonesia Terpuruk"

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed