-->

Taman Nasional Manusela: Konserbasi Alam di Pulau Seram, Maluku

Gunung Binaiya adalah gunung tertinggi di Pulau Seram dan menawarkan pemandangan alam yang spektakuler. Gunung ini juga merupakan tujuan populer untuk pendaki gunung di Taman Nasional Manusela
Gunung Binaiya di Taman Nasional Manusela| Source: @tarantula.ra07

Taman Nasional Manusela adalah taman nasional yang terletak di Pulau Seram, Maluku, Indonesia. Taman nasional ini memiliki luas sekitar 189.000 hektar dan dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku. Taman Nasional Manusela didirikan pada tahun 1997 dengan tujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan lingkungan alam di kawasan Pulau Seram yang kaya akan flora dan fauna endemik.

Taman Nasional Manusela memiliki beragam jenis hutan, termasuk hutan hujan tropis, hutan pantai, dan hutan pegunungan. Kawasan ini juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk sekitar 200 jenis burung, 14 jenis mamalia endemik, dan lebih dari 1000 jenis tumbuhan.

Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di Taman Nasional Manusela antara lain pendakian gunung, trekking, birdwatching, snorkeling, dan diving. Terdapat beberapa spot diving yang populer di kawasan taman nasional ini, seperti Teluk Sawai dan Teluk Hatusua.

Taman Nasional Manusela juga memiliki beberapa objek wisata menarik, seperti Air Terjun Sapalewa dan Air Terjun Salawai. Ada juga beberapa kampung adat di sekitar taman nasional yang dapat dikunjungi untuk melihat kehidupan masyarakat Maluku yang masih mempertahankan tradisi dan budaya mereka.

Sejarah Taman Nasional Manusela

Taman Nasional Manusela memiliki sejarah yang panjang dalam upaya pelestarian alam dan keanekaragaman hayati di Pulau Seram, Maluku. Berikut adalah sejarah singkat Taman Nasional Manusela:

Pada tahun 1978, Pemerintah Indonesia mendirikan Suaka Margasatwa Manusela di Pulau Seram dengan luas sekitar 189.000 hektar. Pada tahun 1990, kawasan suaka margasatwa ini ditingkatkan statusnya menjadi Taman Wisata Alam Manusela. Kemudian, pada tanggal 11 Juni 1997, Taman Wisata Alam Manusela resmi diubah statusnya menjadi Taman Nasional Manusela.

Pendirian Taman Nasional Manusela didasarkan pada kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa di kawasan Pulau Seram. Kawasan ini memiliki sekitar 14 jenis mamalia endemik, termasuk kanguru pohon Seram dan kuskus beruang, serta sekitar 200 jenis burung, seperti burung Maleo dan burung Kasuari. Selain itu, Taman Nasional Manusela juga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, seperti 1000 lebih jenis tumbuhan, 70 jenis serangga kupu-kupu, dan 50 jenis serangga semut.

Pemerintah Indonesia memandang pentingnya upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan lingkungan alam di kawasan Pulau Seram dan sekitarnya, terutama dalam rangka menjaga kelestarian habitat flora dan fauna endemik yang terancam oleh perburuan liar dan aktivitas manusia lainnya.

Dalam upaya pelestarian dan pengelolaan Taman Nasional Manusela, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti masyarakat lokal, organisasi lingkungan, dan pihak swasta. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelestarian Taman Nasional Manusela dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.

Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Manusela

Taman Nasional Manusela memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan kaya akan flora dan fauna endemik. Berikut adalah beberapa contoh keanekaragaman hayati yang terdapat di Taman Nasional Manusela:

  • Flora: Taman Nasional Manusela memiliki lebih dari 1000 jenis tumbuhan, termasuk pohon-pohon besar seperti pohon kayu ulin, meranti, dan mahoni. Kawasan taman nasional ini juga dikenal dengan keanekaragaman tanaman obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
  • Fauna: Terdapat sekitar 14 jenis mamalia endemik di Taman Nasional Manusela, seperti kanguru pohon Seram, kuskus beruang, dan cuscus dari tiga warna. Taman Nasional Manusela juga merupakan habitat bagi sekitar 200 jenis burung, termasuk burung Maleo, burung Kasuari, dan burung raja laut.
  • Serangga: Taman Nasional Manusela memiliki keanekaragaman serangga yang tinggi, seperti 70 jenis serangga kupu-kupu dan 50 jenis serangga semut.
  • Laut: Kawasan taman nasional ini juga memiliki kekayaan bawah laut yang luar biasa, seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan, lobster, dan kerang.

Destinasi Wisata di Taman Nasional Manusela

Taman Nasional Manusela memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Berikut adalah beberapa destinasi wisata yang populer di Taman Nasional Manusela:

Teluk Sawai: Teluk Sawai adalah tempat yang populer untuk melakukan aktivitas snorkeling dan menyelam. Di sini, Anda bisa menemukan beragam spesies ikan dan terumbu karang yang indah.

Gunung Binaiya: Gunung Binaiya adalah gunung tertinggi di Pulau Seram dan menawarkan pemandangan alam yang spektakuler. Gunung ini juga merupakan tujuan populer untuk pendaki gunung.

Air Terjun Sapalewa: Air Terjun Sapalewa terletak di desa Sapalewa dan memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Air terjun ini memiliki kolam alami yang jernih dan sejuk, sehingga sangat cocok untuk berenang dan beristirahat.

Desa Ora Beach: Desa Ora Beach merupakan desa nelayan yang terletak di pinggir pantai yang indah. Di sini, Anda bisa menikmati keindahan pantai dan melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, snorkeling, dan menyelam.

Danau Tawar: Danau Tawar adalah danau air tawar yang terletak di tengah-tengah hutan tropis Taman Nasional Manusela. Danau ini memiliki keindahan alam yang menakjubkan dan sering digunakan sebagai tempat berkemah bagi para wisatawan.



Rute Menuju Taman Nasional Manusela

Taman Nasional Manusela terletak di Pulau Seram, Maluku. Berikut adalah beberapa rute menuju Taman Nasional Manusela:

Rute udara: Anda bisa terbang ke Bandar Udara Pattimura di Ambon dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke Bandar Udara Namlea di Pulau Seram. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan mobil atau taksi menuju Taman Nasional Manusela.

Rute laut: Anda bisa naik kapal dari Ambon ke Pelabuhan Masohi di Pulau Seram. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan mobil atau taksi menuju Taman Nasional Manusela.

Rute darat: Anda juga bisa menuju Taman Nasional Manusela melalui jalur darat dari Kota Ambon ke Pelabuhan Amahai di Pulau Seram. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 8-10 jam dengan menyeberang menggunakan ferry dari Pelabuhan Tulehu.


Setelah tiba di Pulau Seram, Anda bisa menyewa mobil atau taksi untuk menuju Taman Nasional Manusela. Namun, perjalanan menuju taman nasional bisa cukup melelahkan dan memakan waktu, sehingga disarankan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik dan memperhitungkan waktu yang diperlukan.


0 Response to "Taman Nasional Manusela: Konserbasi Alam di Pulau Seram, Maluku"

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed