-->

Mengenal Taman Nasional Siberut: Kekayaan Alam Kepulauan Mentawai

Taman Nasional Siberut adalah sebuah taman nasional yang terletak di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Taman nasional ini memiliki luas sekitar 190.500 hektar dan ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1993. Pulau Siberut sendiri merupakan pulau terbesar di Kepulauan Mentawai dan terkenal karena keberadaan suku Mentawai yang masih mempertahankan budaya dan adat istiadat tradisional mereka.
Taman Nasional Siberut| Sourc: Ig @kwanwk22

Taman Nasional Siberut adalah sebuah taman nasional yang terletak di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Taman nasional ini memiliki luas sekitar 190.500 hektar dan ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1993. Pulau Siberut sendiri merupakan pulau terbesar di Kepulauan Mentawai dan terkenal karena keberadaan suku Mentawai yang masih mempertahankan budaya dan adat istiadat tradisional mereka.

Taman Nasional Siberut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, terutama dalam hal flora dan fauna. Taman nasional ini menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik, seperti orangutan Mentawai, kera ekor panjang Siberut, beruang madu, kuskus, dan beberapa spesies burung seperti burung pungguk Siberut, burung cendrawasih, dan burung elang.


Pulau Siberut juga memiliki keunikan budaya dan adat istiadat suku Mentawai yang menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi pengunjung. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan dan belajar tentang berbagai praktik budaya dan adat istiadat tradisional suku Mentawai, seperti tato Mentawai, musik dan tarian tradisional, serta penggunaan obat-obatan tradisional.


Sejarah Taman Nasional Siberut

Taman Nasional Siberut adalah sebuah kawasan konservasi alam yang terletak di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Taman Nasional ini dibentuk pada tanggal 7 Mei 1993 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 234/Kpts-II/1993.

Sebelum dijadikan Taman Nasional, hutan di Pulau Siberut sempat digunakan sebagai lahan perkebunan kelapa sawit. Namun, setelah dilakukan kajian lingkungan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) pada tahun 1981, pulau ini diusulkan sebagai salah satu kawasan lindung yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Pada tahun 1992, pemerintah Indonesia melalui Departemen Kehutanan dan Perkebunan menyatakan Siberut sebagai Taman Nasional dengan luas 190.500 hektar. Sejak saat itu, Taman Nasional Siberut dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat untuk menjaga keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Siberut

Taman Nasional Siberut memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terutama keanekaragaman hayati flora dan fauna. Di dalam hutan-hutan yang terdapat di Taman Nasional Siberut, terdapat berbagai jenis tumbuhan seperti pohon meranti, jelutung, keruing, dan kayu ulin. Selain itu, di sini juga terdapat berbagai jenis satwa liar seperti beruang madu, monyet ekor panjang, rusa, dan aneka burung endemik.

Salah satu fauna yang menjadi primadona di Taman Nasional Siberut adalah kera ekor panjang atau biasa disebut dengan siamang. Kera ini memiliki ciri khas yaitu suaranya yang keras dan khas, dan biasanya hidup dalam kelompok-kelompok besar. Selain itu, di Taman Nasional Siberut juga terdapat populasi yang cukup besar dari Harimau Sumatra dan tapir yang menjadi satwa endemik dari pulau Siberut. Ada juga sekitar 30 spesies ikan yang hidup di perairan Taman Nasional Siberut.



Destinasi Wisata di Taman Nasional Siberut

Taman Nasional Siberut merupakan salah satu tujuan wisata alam di Indonesia yang menyajikan keindahan alam yang luar biasa. Beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Taman Nasional Siberut antara lain:

  • Desa Wosimfete: Desa tradisional yang masih mempertahankan adat dan budaya lokal, terletak di pedalaman pulau Siberut.
  • Sungai Matotonan: Sungai yang membelah hutan tropis dengan air yang jernih dan segar, menyajikan pemandangan alam yang indah.
  • Gunung Meja: Gunung yang tingginya mencapai 1.892 mdpl, merupakan salah satu spot favorit bagi para pendaki dan pecinta alam.
  • Pantai Taileleu: Pantai yang mempesona dengan pasir putih dan air laut yang jernih, serta pemandangan sunset yang menakjubkan.
  • Danau Aipang: Danau alami yang berada di pedalaman hutan, memiliki pemandangan alam yang indah dan udara yang segar.
  • Desa Batu Mentawai: Desa yang terletak di kaki Gunung Meja dan dikenal sebagai pusat seni dan budaya lokal, di mana pengunjung bisa melihat atraksi tari dan musik tradisional dari suku Mentawai.
  • Desa Madobak: Desa yang terletak di sekitar Danau Aipang, memiliki keunikan arsitektur tradisional dan adat istiadat unik dari suku Mentawai.
  • Air Terjun Tebat Mabe: Air terjun yang berada di tengah hutan tropis dengan ketinggian sekitar 30 meter, menawarkan keindahan alam yang mempesona.
  • Air Terjun Cibereum: Air terjun yang berada di antara perbukitan dan hutan, memiliki kolam air yang jernih dan menawarkan sensasi mandi di tengah alam yang sejuk dan segar.


Destinasi wisata di Taman Nasional Siberut ini dapat dicapai melalui jalur laut dari Padang menuju kota Muara Siberut dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat dan trekking melalui hutan tropis yang indah.

Rute Menuju Taman Nasional Siberut

Terdapat beberapa jalur yang dapat ditempuh untuk mencapai Taman Nasional Siberut. Namun, jalur yang paling umum digunakan adalah sebagai berikut:


Rute melalui Padang menuju Muara Siberut

  • Naik pesawat ke Bandara Internasional Minangkabau
  • Lanjutkan perjalanan dengan bus atau taksi menuju Pelabuhan Muara
  • Dari Pelabuhan Muara, naik kapal menuju Muara Siberut dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam.

Rute melalui Padang menuju Muara Siberut

  • Naik pesawat ke Bandara Internasional Minangkabau
  • Lanjutkan perjalanan dengan bus atau taksi menuju Pelabuhan Sioban
  • Dari Pelabuhan Sioban, naik kapal menuju Muara Siberut dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Rute melalui Padang menuju Muara Siberut

  • Naik pesawat ke Bandara Internasional Minangkabau
  • Lanjutkan perjalanan dengan bus atau taksi menuju Pelabuhan Muara Bungo
  • Dari Pelabuhan Muara Bungo, naik kapal menuju Muara Siberut dengan waktu tempuh sekitar 6-8 jam.

Setelah tiba di Muara Siberut, perjalanan selanjutnya dilakukan dengan menyewa perahu untuk menuju ke kawasan Taman Nasional Siberut.

0 Response to "Mengenal Taman Nasional Siberut: Kekayaan Alam Kepulauan Mentawai"

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed