-->

21 Istilah Dalam Trading Forex yang Harus Trader Dipahami



21 Istilah Dalam Trading Forex yang Harus Trader Dipahami - Forex adalah investasi yang memperdagangkan satu mata uang dengan mata uang lainnya. Secara umum terdapat dua jenis transaksi Forex, yaitu transaksi Forex "spot" dan transaksi Forex "non-spot". Spot Forex berarti perdagangan mata uang asing berlangsung di tempat. Misalnya melakukan transaksi di money changer atau bank untuk jual beli antara US Dollar dan Rupiah. Sedangkan transaksi non-spot adalah transaksi jual beli kontrak mata uang saja. Jadi, pengiriman barang tidak langsung dilakukan, hanya kontrak saja. Sebelum sobat terjun di investasi forex, tentunya sobat harus mengetauhi terlebih dahulu istilah-istilah yang ada di dalamnya. Agar sobat tidak mendapat berbagai masalah dan kebingunan saat berinvestasi.



1 . Lot, Kontrak Mini dan Kontrak Standard (Regular)

Lot adalah unit yang digunakan dalam investasi Forex. Lalu berapa besar 1 lot? Jika di saham 1 lot = 100 saham. Saat menggunakan Forex, 1 lot = 10.000 mata uang yang bersangkutan. Misalnya 1 Lot USD / IDR = US $ 10.000.

Besar kecilnya 1 lot = 10.000 disebut mini contract. Disebut mini contract karena sebelumnya di Forex 1 lot = 100.000 mata uang yang dimaksud. 1 lot = 100.000 juga disebut kontrak standar atau reguler.

Namun seiring berjalannya waktu banyak investor yang semakin tertarik dengan perdagangan Forex. Oleh karena itu, kontrak mini dibuat di mana 1 lot hanya 10.000 mata uang yang bersangkutan.


2. Margin

Margin bisa dikatakan sebagai jaminan dalam perdagangan Forex. Misalnya, margin adalah uang muka atau uang muka untuk pembelian rumah.

Jika sobat membayar uang muka Rp 20 juta untuk sebuah rumah senilai Rp 100 juta, maka sobat akan mendapatkan akad jual beli.

Sekalipun sobat baru saja mengadakan kontrak, secara hukum sobat sudah menjadi pemilik rumah yang sah. Sobat dapat menjual kontrak yang sudah dipegang kepada orang lain dengan harga penuh atau lebih.

Misalnya, sobat menjualnya kepada orang lain seharga Rp 125 juta. Kemudian sobat mendapatkan laba bersih Rp 25 juta (Rp 125 juta-Rp 100 juta).

Jika sobat memahami contoh-contoh tersebut, tentunya Anda juga akan memahami Forex. Sebab, prinsip ini juga berlaku dalam perdagangan Forex. Misal, USD / IDR, nilai 1 lot = US $ 10.000 dalam kontrak.

Untuk mendapatkannya, sobat hanya perlu menarik margin (uang muka) hanya US $ 100. Kenapa hanya US $ 100? Untuk mengetahuinya, silakan sobat ketauhi terlebih dahulu istilah leverage.

Sebagai tambahan informasi, margin akan diberikan saat membuka posisi. Kemudian, saat menutup posisi, itu akan dikembalikan. Intinya sama dengan transaksi jual beli rumah sebagai percontohan di atas.

Anda mengeluarkan uang muka sebesar Rp 20 juta saat membeli, lalu menjual kembali rumah tersebut seharga Rp 125 juta.

Setelah sobat menerima Rp 125 juta, sobat akan menyerahkan Rp. 100 juta untuk penjual pertama.

Kemudian, penjual akan mengembalikan uang muka sobat sebesar Rp 20 juta. Jadi, sobat mendapat Rp 20 juta dari uang muka dan lebih dari Rp 25 juta dari selisih harga jual dan beli.


3. Leverage

Leverage dalam investasi forex artinya daya ungkit. "Apa maksudnya daya ungkit (leverage) ?"

Artinya yakni rasio yang digunakan untuk menentukan seberapa besar margin yang dibutuhkan dalam melakukan transaksi.

Rasio akan dikalikan dengan ukuran kontrak. Misalnya, leverage 1: 200 pada kontrak mini. Oleh karena itu, margin yang dibutuhkan adalah (1/200) x 10.000 = 50 dalam satuan uang yang diperdagangkan.

Contoh lain, leverage 1: 200 pada kontrak standar atau biasa. Oleh karena itu, margin yang dibutuhkan adalah (1/200) x 100.000 = 500. Mengapa dikalikan 100.000? Karena akad yang digunakan adalah akad biasa atau reguler.

Untuk contoh yang lebih realistis, misalkan Anda membuka posisi USD / IDR sebesar 1 lot untuk kontrak mini. Jadi, yang dibelinya adalah US $ 10.000. Dengan leverage 1: 200, margin yang dibutuhkan adalah US $ 50 ((1/200) x US $ 10.000).


4. Buy

Buy adalah posisi untuk "membeli" dalam perdagangan Forex. Biasanya, pembelian dilakukan jika harga diperkirakan akan naik. Bahkan, beli saat harga murah dan jual saat harga mahal. Jadi, keuntungan yang didapat adalah selisih antara harga jual dan harga beli.


5. Sell

Sell adalah posisi untuk "menjual" dalam perdagangan Forex. Kebalikan dari membeli, menjual jika harga diperkirakan akan turun. Saat harga turun, sobat bisa menutup posisi pendek dengan beli lebih rendah. Sederhananya, sobat menjual dulu dengan harga tinggi, lalu sobat membelinya kembali saat harga rendah. Jadi, perbedaannya adalah keuntungan sobat.


6. Order dan Posisi

Order adalah perintah untuk membeli atau menjual dengan harga tertentu. Jika order sobat “match” maka “order” akan berubah menjadi “posisi”. Match yang dimaksud itu berarti ada lawan.

Misalnya jika sobat memesan beli dengan harga 10.000 dan ternyata seseorang juga ingin menjualnya dengan harga 10.000, ini berarti pesanan sobat telah berubah menjadi posisi.

Namun, jika pesanan sobat tidak sesuai, nama akan tetap menjadi pesanan. Sedangkan setelah pertandingan, kini menjadi posisi.

Sobat bisa melakukan order kembali (tutup posisi) jika sobat mau menjual kembali posisi Anda sudah miliki.

Sobat dapat menyusun ulang (order kembali) ke arah yang berlawanan. Artinya, jika posisi sobat panjang, ditutup dengan jual dan sebaliknya.


7. Floating Loss atau Profit dan Realized

Jika Anda dalam posisi beli di harga 10.000, kemudian harga turun menjadi 9.500 maka Anda akan mengalami kerugian. Kerugian Anda akan menjadi 500 (9,500-10,000 = -500). Ini dikenal sebagai floating loss (rugi).

Namun, keesokan harinya nilainya dapat berubah. Nilai ini bisa menurun atau bahkan meningkat.

Jika harganya naik menjadi 10.500 maka Anda akan mendapat untung. Keuntungan Anda adalah 500 (10.500-10.000 = +500). Ini disebut  floating profit (keuntungan mengambang).

Jika Anda memutuskan untuk menjual (menutup posisi Anda) pada harga 10.500, maka nilai +500 tidak lagi menjadi floating profit lagi, tetapi telah menjadi keuntungan yang direalisasikan (realized profit).


8. Pip

Pip adalah nilai 1 titik pergerakan harga naik atau turun. Untuk akun mini, nilai 1 poin = $ 1, sedangkan untuk akun standar, 1 poin = $ 10.


11. Resistance

Resistance adalah batas atas pergerakan harga. Harga biasanya cenderung sulit bergerak keluar dari wilayah perlawanan atau bergerak naik melebihi area resistance.

Resistance juga biasa disebut sebagai level harga tertinggi pada grafik. (Level harga tertinggi chart).


12. Support

Berbeda dengan resistance, support adalah batas pergerakan harga yang lebih rendah.


13. Zig zag

Zig zag digunakan untuk melihat tren, serta support dan resistance dalam analisis teknikal.


14. Spread

Spread adalah selisih antara harga beli dan jual di forex. Misalnya, asumsikan harga penawaran EUR / USD adalah 1,1345 dan harga permintaan adalah 1,1346. Kemudian spreadnya 0,0001 atau 1 pip. Saat berdagang, harga pasangan mata uang harus melintasi spread agar transaksi menguntungkan. Misalnya, tur EUR / USD yang naik di atas 1,1345, akan menguntungkan untuk dijual. Selama penembusan, perkiraan EUR / USD jatuh di bawah level 1,1346, akan menguntungkan untuk membeli.

Spreads penting untuk diperhatikan karena untuk mendapatkan profit spread harus sekecil mungkin saat ada pergerakan harga yang kecil. Karena saran mengapa pedagang biasanya menggunakan pasangan mata uang utama, karena pasangan mata uang utama memiliki spread yang sangat kecil. Pasangan mata uang kecil biasanya memiliki spread yang tinggi. Misalnya untuk CHF / JPY, harga penawarannya adalah 112,23 dan harga permintaannya adalah 112,29. Artinya spreadnya 0,06 atau 600 pips.


15. Market order

adalah jenis pesanan yang memungkinkan pedagang membeli mata uang pada harga pasar saat ini. Pedagang menggunakan pesanan batas untuk membeli atau menjual pasangan mata uang pada harga yang diinginkan.


16. Take profit

Take profit merupakan fitur dimana trader dapat menetapkan harga tertentu yang diharapkan trader. Setelah menentukan angka tertentu, fitur ini akan mengunci dan keluar dari transaksi secara otomatis begitu harga mencapai angka yang telah ditentukan oleh trader.


17. Stop loss

Stop loss adalah fitur untuk mencegah kerugian yang lebih tinggi. Trader dapat mengatur angka yang berada dalam batas toleransi mereka jika harga pasar bergerak dari yang diharapkan dan keluar dari transaksi secara otomatis ketika harga mencapai angka yang ditentukan.


18. Hedging

Membuka dua posisi yang berlawanan, sehingga meskipun harga naik atau turun, nilai mengambangnya tetap sama.


19. Breakout

Breakout momen ketika harga bergerak melalui batas Resistensi atau support yang telah dibuat sebelumnya. Seringkali, breakout menunjukkan kekuatan tren yang sangat besar dalam mempertahankan ritme, atau membentuk tren baru.


20. Bounce

Bounce adalah momen ketika harga melonjak setelah mendekati batas Support atau Resistance.

21. Retracement

Retracement adalah pergerakan harga yang melawan tren dalam waktu singkat. Secara umum, tren turun akan terjadi di tengah tren naik dan bersifat sementara, sedangkan tren turun akan terjadi di tengah tren turun dan bersifat sementara.


0 Response to "21 Istilah Dalam Trading Forex yang Harus Trader Dipahami"

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed