-->

Waspadai Modus Penipuan Online Saat Libur Lebaran! Ada yang Mengatasnamakan BCA #CariTahuBiarAman

Waspadai Modus Penipuan Online Saat Libur Lebaran ! Ada yang Mengatasnamakan BCA #CariTahuBiarAman – Maraknya perkembangan teknologi tidak hanya membantu manusia dalam kehidupan, dibalik pekembangan yang membawa dampak positif siapa sangka rupanya dampak negatif juga mengikuti didalamnya, seperti kasus kejahatan yang paling marak saat ini yaitu kasus Penipuan Online.

Dalam moment lebaran sebagai hari kemenangan, dikala kegembiraan dan emosional lainnya berkumpul untuk memeriahkannya siapa sangka jika di moment ini juga banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab justru memanfaatkannya untuk bertindak jahat dengan melakukan penipuan online. Libur lebaran yang diisi dengan mudik, berbagi THR, dsb kerap dimanfaatkan untuk moment penipuan online karena dikala ini banyak orang yang emosional dalam memeriahkannya hingga lengah pada beragam jenis penipuan.

Penipuan online merupakan tindakan kejahatan mengambil hak orang lain melalui media digital, berbeda dari penipuan pada umumnya yang langsung mengarah ke benda berharga, penipuan online ini juga dapat bertujuan pada pencurian identitas personal. Setelah mengetauhi sasarannya pastinya sobat sudah mengetauhi pentingnya untuk jaga data pribadimu (Nomor kartu ATM, PIN, OTP, dll).

KOMINFO pada Siaran Pers No. 293/HM/KOMINFO/08/2021 menjelaskan setidaknya terdapat 5 jenis penipuan online yaitu phising, pharming, sniffing, money mule, dan social engineering. Beberapa jenis penipuan ini tentunya memiliki berbagai karakteristik tersendiri, berikut adalah penjelasannya.

 

5 Jenis Penipuan Online yang Marak Terjadi

Phising

Phising dapat diartikan sebagai upaya penipuan online dengan tujuan mendapatkan informasi data pribadi dengan pengelabuhan. Sasaran dari phising sendiri dapat mencakupi nama, usia, alamat ataupun data akun (username and passowrd) dan data finansial (informasi kartu rekening). Dalam melaksanakan Phising setidaknya pelaku dapat menggunakan berbagai perangkat seperti telepon, gmail, hingga pesan teks.

Dalam melancarkan aksinya, Pelaku Phising biasanya menyamar sebagai oknum dari sebuah perusahaan atau lembaga resmi yang memberikan penawaran atau reward. Ketika calon korban mulai tertarik dengannya kemudian pelaku mulai menanyakan data-data sensitif berkedok pengisian data yang dibutuhkan.

Data-data yang didapat dari Phising ini pastinya dapat menjadi sebuah kunci untuk mengakses tujuan asli dari pelaku misalnya saldo ewallet, akun pribadi dan sebagainya.

phraming handphone

Penipuan ini memiliki modus dengan mengarahkan calon korban untuk mengunjungi situs web yang diinginkan korban menuju situs web palsu. Mirip dengan Phising, sasaran dari penipuan online Phraming adalah akses login (username and password), nomor akun dan informasi sensitif lainnya.

Selain pengambilan data pribadi, Phraming juga dapat berfungsi untuk pemasangan malware di perangkat korban agar pelaku dapat memiliki akses secara ilegal. Jadi jangan heran jika sobat menemukan kasus whatsapp yang diambil alih, itu bisa jadi karena telah terjadi pemasangan malware dari tindakan Phraming.

Sniffing

Penipuan online Sniffing merupakan pencurian informasi melalui jaringan pada perangkat korban, melalui jaringan tersebut pelaku dapat memonitoring lalu lintas jaringan yang terjadi. Sekalipun tidak ada lalu lintas sensitif yang terjadi, sniffing ini bekerja dengan menyisipkan program tertentu pada perangkat korban, program tersebut nantinya akan menjalakan sniffer dengan protokol sniffing sehingga dapat membaca berbagai data-data sensitif yang ada.

Money Mule

Berbeda dari penipuan online sebelumnya, money mule bisa dikatakan penipuan online yang cukup konyol, hal ini lantaran sistem penipuan online ini dijalankan degan oknum yang meminta calon korban untuk menerima sejumlah uang ke rekeningnya kemudian menginstruksikan untuk mentransfernya ke rekening orang lain.

Meskipun terdengar cukup menggelikan karena cara kerja sistemnya tapi Money Mule bisa dikatakan lebih mudah menarik korban. Hal ini terjadi karena biasnaya pelaku memberikan iming-iming hadiah bahkan dapat dikirimkan dulu jika calon korban setuju untuk menurutinya. Karena cara kerja yang seperti itu makanya Money Mule ini tergolong sebagai money laundry atau pencucian uang.

Social Engineering

social engineering merupakan bentuk penipuan online dengan melakukan rekayasa sosial sehingga memanipulasi psikologi korban dan menjadi tidak sadar hingga dapat memberikan informasi pribadinya. Cara kerja sistem Social Engineering yang mengandalkan koneksi sosial antara pelaku dan target dengan tujuan targetnya melakukan kesalahan keamanan atau langsung memberikan informasi pribadinya. Terdapat beberapa teknik Social Engineering yang sering digunakan seperti phishing, catfishing, tailgating, dan baiting.

Waspadai beragam Modus tindak Penipuan Online Saat Libur Lebaran! Ada yang Mengatasnamakan BCA #CariTahuBiarAman

Kenali Jenis-Jenis Modus Yg Sering Terjadi Saat Mudik & Libur Lebaran

Awas modus penipuan online yang semakin meningkat ketika lebaran, sebagai wujud perayaan besar hari kemenangan, rupanya mudik dan libur lebaran menjadi sebuah moment yang meningkatkan angka penipuan online.  Hal ini memungkinkan terjadi karena dalam waktu-waktu tersebut banyak orang yang emosional sehingga kurang fokus dalam berbagai hal seperti dalam jebakan penipuan online. Dalam menjalankan tindak penipuan online tersebut pastinya pelaku memiliki modus-modus penipuan yang dapat membuat targetnya terpelosok dalam jebakan kejahatannya. Berikut adalah beberapa modus yang sering terjadi saat moment libur lebaran.

Voucher Discount Belanja Online

Modus penipuan online berkedok voucher belanja pastinya sudah tidak asing lagi, modus penipuan yang biasanya sering berupa broadcast message berisikan voucher yang mana untuk mendapatkannya pengguna perlu mengklik sebuah tautan lalu mengisikan akses login berupa data diri pribadinya. Modus ini biasanya juga mengatas namakan perusahaan atau lembaga seperti e-commerce, bank dll untuk meningkatkan kepercayaan target penipuan.

Pastikan sobat untuk mewaspadai berbagai pesan yang tidak logis atau tidak memiliki validasi dari media sosial lembaga yang bersangkutan. Jangan mudah percaya dengan broadcast message sekalipun dari orang-orang yang kalian kenal, carid dulu kebenaran disetiap berita yang ada dan jangan lupa untuk saling memberikan edukasi agar tidak ada yang menjadi korban penipuan online.

Modus Pinjaman Online

Moment lebaran tidak bisa lepas dengan aktivitas saling berbagi. Tak heran jika saat lebaran banyak yang berlomba-lomba untuk saling berbagi kebaikan bahkan denga berupa barang atau uang. Moment inilah yang kerap kali digunakan pelaku penipuan online, para pelaku biasanya berperan menyediakan pinjaman online untuk kebutuhan lebaran dengan bunga sangat kecil hingga pastinya sangat menarik minat.

Perhatikan apakah penyedia pinjaman online ini apakah berijin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jangan sampai sobat melakukan pinjaman pada mereka yang tidak terdaftar OJK terlebih lagi yang sobat dapat dari SMS, Broadcast message, media sosial yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya dll. Penipuan online bermodus pinjaman online ataupun penyedia pinjaman online (not listed OJK) ini akan dapat berimbas pada pencurian data pribadi seperti rekening bank, KTP, bahkan kode OTP (one-time password).   

Menang Undian, Hadiah THR atau Reward lainnya

Meskipun bisa dikatakan sebagai penipuan klasik, kasus penipuan dengan memberikan hadiah tetap ramai dijumpai hingga kini. Sekarang kasus penipuan berkedok membagikan hadiah ini kian berkembang, mulai dari pengatasnamaan pihak bank, e-wallet hingga berbagai perusahaan lainnya. Konsep penipuannya memang sederhana, yaitu akan memberikan hadiah ke nomor rekening korban. Namun sebelum itu pelaku akan menanyakan beberapa hal sensitif seperti nomor rekening, foto KTP, kode OTP dan sebagainya yang nantinya dapat menjerumuskan ke pencurian identitas. Oleh sebab itu, sobat wajib jaga data pribadimu (Nomor kartu ATM, PIN, OTP, dll), jangan share ke siapapun lewat sarana apapun.  

 

Waspadai Modus Penipuan Online Saat Libur Lebaran! Ada yang Mengatasnamakan BCA #CariTahuBiarAman

Awas Modus Penipuan Online Mengatasnamakan Bank BCA

Waspada Nomor Palsu Halo BCA

Halo BCA merupakan fitur yang disediakan untuk nasabah bank BCA dapat melakukan pengaduan permasalahannya. Fitur Halo BCA merupakan fitur yang sangat membantu dalam mebantu penanganan pada pemaslahan nasabah. Keunggulan lainnya dari fitur ini adalah bebas pulsa dan menggunakan jarngan internet sebagai sarana komunikasinya.

Sebagai Fitur pelayanan pelanggan, jika sobat nasabah BCA maka wajib untuk mengetauhi beraoa nomer Halo BCA yang asli. Lantaran maraknya penipuan yang mengatasnamakan Bank BCA, sobat perlu mengetauhi dengan jelas bahwasannya nomor Halo BCA adalah 1500888, tanpa awalan 0,021, +62 dsb.

Dengan mengetauhi hal ini sobat harus lebih teliti, fokus dan waspada nomor palsu halo BCA dalam menanggapi kontak yang mengatas namakan Bank BCA jika memberikan informasi terutama hal-hal seperti bonus hadiah dsb.

 

Waspadai Modus Penipuan Online Saat Libur Lebaran! Ada yang Mengatasnamakan BCA #CariTahuBiarAman

Tips Untuk Menghindari Kasus Penipuan Online

Jaga Kerahasiaan Data Dirimu

Penipuan online pada dasarnya sama dengan kasus penipuan pada umumnya yang mana pelaku memiliki target tujuan harta benda berharga. Untuk berhasil menjalankan penipuan pastinya pelaku memiliki prosedur/modus yang digunakan untuk terebih dahulu mencuri data-data penting untuk akses login atau data pribadi.

Dalam menghindari kasus penipuan penipuan online sobat wajib jaga data pribadimu (Nomor kartu ATM, PIN, OTP, dll), jaga kerahasiaan data-data pribadi sekalipun itu nama lengkap, nama keluarga, alamat dsb. Pastikan untuk tidak membagikannya ke siapapun lewat sarana apapun, Sekalipun ke keluarga sendiri pastikan untuk membagikannya melalui media yang dapat di kedua lama di kedua perangkat misalnya pesan teks, hal ini untuk mengantisipasi terjadinya sniffing.

Jangan Tergiur Dengan Bonus Hadiah yang Tidak Jelas

Iming-iming mendapat bonus hadiah memang menjadi salah satu modus penipuan yang ramai digunakan sejak dulu. Pastikan sobat untuk tidak muda percaya saat menerima suatu pesan atau panggilan yang memberikan bonus hadiah. Selalu perhatikan celah-celah penipuan yang mungkin di cari pelaku dan carilah informasi yang dapat dipercaya. Akan lebih baik jika sobat selalu mengabaikannya.

Selau Cari Kebenaran Disetiap Informasi

Penipuan online tidak selalu berkedok memberkan hadiah melalui pesan teks, iming-iming lain yang mengarahkan sobat menuju tautan khusus juga dapat menjadi salah satu bentuk penipuan online. Sekalipun dalam pesan tersebt menyampaikan jika mengatasnamakan perusahaan tertentu, pastikan sobat selau memncari kebenaran dan tidak mudah percaya dalam mendapat setiap informasi.

Turut menyuarakan awas modus penipuan online dengan menjaga diri sendiri ataupun orang lain melalui edukasi, sama artinya dengan sobat berbuat kebaikan terutama di moment lebaran ini. Kasus penipuan yang telah ramai ada sejak dulu hingga sekarang pastinya bisa di cegah dengan edukasi yangbaik dan saling menjaga. Filter informasi yang belum jelas sumbernya dan selalu untuk membuka pikiran dalam menanggapi hal-hal berbau penipuan online #CariTahuBiarAman


0 Response to "Waspadai Modus Penipuan Online Saat Libur Lebaran! Ada yang Mengatasnamakan BCA #CariTahuBiarAman"

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed