-->

Mengenal Taman Nasional Gunung Leuser: Jalur Pendakian Terpanjang di Indonesia

Taman Nasional Gunung Leuser adalah sebuah taman nasional yang terletak di provinsi Aceh dan Sumatera Utara, Indonesia. Taman nasional ini didirikan pada tahun 1980 dan terdiri dari wilayah seluas 1.094.692 hektare. Taman nasional ini menjadi bagian dari daerah konservasi Leuser dan tergabung dalam Situs Warisan Dunia UNESCO yang bernama "Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Barisan Selatan".
Photo by @safarketambe

Taman Nasional Gunung Leuser adalah sebuah taman nasional yang terletak di provinsi Aceh dan Sumatera Utara, Indonesia. Taman nasional ini didirikan pada tahun 1980 dan terdiri dari wilayah seluas 1.094.692 hektare. Taman nasional ini menjadi bagian dari daerah konservasi Leuser dan tergabung dalam Situs Warisan Dunia UNESCO yang bernama "Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Barisan Selatan".

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu kawasan konservasi terbesar di Indonesia dan merupakan rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang langka dan dilindungi. Di dalam taman nasional ini terdapat sekitar 130 spesies mamalia, 380 spesies burung, dan 4.000 spesies tumbuhan. Beberapa spesies yang terdapat di dalam taman nasional ini antara lain orangutan sumatera, harimau sumatera, gajah sumatera, badak sumatera, dan rusa sambar.

Selain itu, Taman Nasional Gunung Leuser juga menjadi salah satu destinasi wisata alam yang populer di Indonesia. Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti hiking, trekking, dan melihat-lihat keindahan alam yang ada di dalam taman nasional ini. Terdapat beberapa rute pendakian yang dapat dipilih, salah satunya adalah rute pendakian dari Bukit Lawang, yang terkenal dengan keberadaan orangutan liar di sekitarnya. Taman Nasional Gunung Leuser juga memiliki panorama alam yang indah seperti pegunungan, sungai, air terjun, dan hutan tropis yang hijau dan lebat.

Sejarah Taman Nasional Gunung Leuser

Sejarah Taman Nasional Gunung Leuser dimulai pada tahun 1934, ketika pemerintah Belanda mendirikan Hutan Lindung Gunung Leuser dengan tujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam di wilayah tersebut. Pada tahun 1979, pemerintah Indonesia menetapkan Hutan Lindung Gunung Leuser sebagai Taman Nasional Gunung Leuser melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 502/Kpts-II/1979. Taman Nasional Gunung Leuser ini merupakan bagian dari daerah konservasi Leuser yang meliputi beberapa kabupaten di provinsi Aceh dan Sumatera Utara.


Selama bertahun-tahun, Taman Nasional Gunung Leuser terus mengalami perkembangan dan perubahan. Pada tahun 1980, kawasan Gunung Leuser dinyatakan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO. Kemudian pada tahun 1995, Taman Nasional Gunung Leuser diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO bersama dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai bagian dari ekosistem hutan tropis Sumatera yang masih terjaga dengan baik.


Taman Nasional Gunung Leuser juga pernah mengalami kerusakan yang cukup serius akibat aktivitas manusia seperti illegal logging, perburuan liar, dan perkebunan liar. Namun, berkat upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat, kawasan ini terus pulih dan menjadi salah satu kawasan konservasi yang penting di Indonesia dan dunia. Saat ini, Taman Nasional Gunung Leuser menjadi destinasi wisata alam yang populer dan dikenal di seluruh dunia.

Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Gunung Leuser terkenal karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa. Kawasan ini menjadi habitat bagi banyak spesies flora dan fauna yang dilindungi dan unik. Berikut adalah beberapa contoh keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Leuser:



Orangutan Sumatera

Orangutan Sumatera adalah spesies kera besar yang hanya ditemukan di Sumatera, dan kini terancam punah. Populasi orangutan Sumatera yang masih bertahan hidup diperkirakan hanya sekitar 7.500 individu dan sekitar 85% dari populasi ini berada di Taman Nasional Gunung Leuser.


Harimau Sumatera

Harimau Sumatera adalah spesies kucing besar yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Populasi harimau Sumatera diperkirakan hanya sekitar 400 individu dan sebagian besar dari mereka berada di Taman Nasional Gunung Leuser.


Gajah Sumatera

Gajah Sumatera adalah spesies gajah yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Populasi gajah Sumatera diperkirakan hanya sekitar 2.000 individu dan sebagian besar dari mereka berada di Taman Nasional Gunung Leuser.


Rafflesia arnoldii

Rafflesia arnoldii adalah bunga terbesar di dunia yang hanya tumbuh di beberapa tempat di Sumatera dan Kalimantan. Taman Nasional Gunung Leuser menjadi salah satu tempat di mana bunga ini dapat ditemukan.


Berbagai jenis primata dan burung endemik

Taman Nasional Gunung Leuser juga menjadi habitat bagi berbagai jenis primata dan burung endemik seperti siamang, lutung, kuskus, elang hitam, dan banyak lagi.


Selain itu, Taman Nasional Gunung Leuser juga memiliki keanekaragaman hayati di bidang flora seperti jenis-jenis pohon, epifit, dan tumbuhan obat-obatan yang sangat beragam dan berpotensi untuk menjadi sumber daya alam yang penting bagi manusia.


Destinasi Wisata di Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Gunung Leuser memiliki beberapa destinasi wisata yang populer, antara lain:


Bukit Lawang: Merupakan pintu masuk utama ke Taman Nasional Gunung Leuser. Di sini, pengunjung dapat melakukan trekking ke hutan hujan tropis dan melihat orangutan liar, serta berenang di sungai Bohorok yang jernih.


Tangkahan: Terletak di sebelah timur Bukit Lawang, Tangkahan adalah tempat yang ideal untuk melihat gajah liar. Pengunjung dapat menunggang gajah atau melakukan trekking di hutan di sekitar Tangkahan.


Sipiso-piso: Air terjun setinggi sekitar 120 meter yang terletak di sekitar Danau Toba. Air terjun ini dianggap sebagai salah satu air terjun paling spektakuler di Indonesia.


Danau Toba: Danau vulkanik terbesar di dunia, Danau Toba merupakan daya tarik wisata yang sangat populer di Sumatera Utara. Pengunjung dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan dan melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, menyelam, atau mengunjungi pulau-pulau di dalam danau.


Berastagi: Sebuah kota kecil yang terletak di sebelah utara Taman Nasional Gunung Leuser. Terkenal dengan keindahan alamnya dan dikenal sebagai "Kota Buah", Berastagi adalah tempat yang ideal untuk membeli buah segar dan memetik buah-buahan langsung dari pohonnya.


Kebun Binatang Medan: Merupakan kebun binatang terbesar di Sumatera Utara, yang menampung berbagai jenis hewan seperti harimau, gajah, jerapah, dan orangutan. Kebun binatang ini juga memiliki taman burung dan area permainan anak-anak.

Rute Menuju Taman Nasional Gunung Leuser

Terdapat beberapa rute menuju Taman Nasional Gunung Leuser, tergantung dari titik awal yang diambil. Berikut beberapa rute yang umum dilalui:


Rute dari Medan: Dari Kota Medan, perjalanan bisa dilanjutkan ke Bukit Lawang dengan menempuh jarak sekitar 90 km dengan durasi perjalanan sekitar 3-4 jam. Rute ini bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau menggunakan angkutan umum seperti bus atau travel.


Rute dari Bandara Kuala Namu: Bagi wisatawan yang menggunakan pesawat terbang, bisa melanjutkan perjalanan dari Bandara Kuala Namu ke Bukit Lawang dengan menggunakan layanan taksi atau travel. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 3-4 jam tergantung dari kondisi lalu lintas.


Rute dari Berastagi: Wisatawan juga bisa memulai perjalanan dari kota Berastagi dengan menempuh jarak sekitar 150 km atau sekitar 4-5 jam perjalanan. Rute ini biasanya dilalui oleh wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam sepanjang perjalanan.


Rute dari Aceh: Taman Nasional Gunung Leuser juga dapat diakses dari Provinsi Aceh. Dari Aceh, perjalanan bisa dilanjutkan ke Kabupaten Gayo Lues, kemudian ke Kabupaten Aceh Tamiang, dan selanjutnya ke Kabupaten Langkat. Rute ini biasanya dilalui oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan hutan hujan tropis yang ada di Aceh dan Sumatera Utara.

0 Response to "Mengenal Taman Nasional Gunung Leuser: Jalur Pendakian Terpanjang di Indonesia"

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed