-->

Konsep Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angim): Potensi Sumber Energi Bersih di Dunia

Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam. PLTB mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana. Energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik, Energi strik ini biasanya akan disimpan ke dalam baterai sebelum dimanfaatkan.
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Sidrap


Udara tidak pernah berhenti bergerak, selalu dinamis. Pada saat udara ergerak, udara membawa panas dan air mengelilingi dunia, menciptakan uaca. Udara yang bergerak dikenal dengan istilah angin. Angin bertiup arena ada perbedaan suhu dan tekanan udara antara satu tempat dengan empat lain. Angin bertiup dari wilayah bertekanan tinggi ke wilayah bertekanan rendah. Daerah dengan suhu tinggi akan mempunyai tekanan dara relatif rendah, sebaliknya daerah dengan suhu relatif rendah akan mempunyai tekanan udara relatif tinggi. 

Angin bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan relatif rendah. Suhu di muka bumi ini salah satunya berasal dari energi panas yang dipancarkan oleh matahari. Di Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dan berada di kawasan tropis, sinar matahari dipancarkan pada siang hari rata-rata 12 jam sepanjang tahun. Perubahan suhu dan tekanan udara di atmosfer yang silih berganti menghasilkan gerakan angin yang cukup potensial sebagai sumber daya energi Pembangkit Listrik Tenaga Angin, yang sering disebut juga dengan istilah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu disingkat PLTB.

Memahami Konsep dan Potensi Angin Sebagai Energi

Udara yang bergerak disebut sebagai angin, Arah gerakan angin dapat dilihat jelas apabila anda melepas balon, atau kapuk kapas atau kapuk randu yang terurai. Saat anda meniup balon, anda memasukkan udara hingga balon itu bertekanan tinggi. Bila balon itu dikempeskan, udara akan keluar seperti angin ke tempat yang tekanannya lebih rendah, balon akan terdorong maju. Udara hangat tidak serapat udara dingin dan udara naik ke langit, menyebabkan wilayah itu bertekanan rendah. 

Udara dingin akan "mengendap" ke bumi dan mengisi celah yang ditinggalkan oleh udara hangat. Kejadian ini dikenal dengan istilah sirkulasi udara, yang membentuk Arah angin dapat diketahui dengan mudah. Bila anda pergi ke bandara udara, di tempat itu dapat dilihat kantung angin. Kantung angin di bandara udara berfungsi untuk memberi tahu pilot pesawat terbang tentang arah angin dan kekuatan angin. Jika kantung angin terkulai, berarti kekuatan anginnya nol. Jika angin kuat bertiup, kantung angin terisi udara yang mengalir dan melambai ke arah angin bertiup. 

Angin diberi nama berdasarkan asalnya, misal angin barat datang dari barat, angin timur datang dari timur, angin laut datang dari wilayah laut, dan angin darat datang dari Arah balon yang diterbangkan terbawa angin adalah arah angin.

Kondisi Geografis Indonesia Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Indonesia merupakan Negara kepulauan dengan luas wilayah laut yang jauh lebih besar dibandingkan dengan luas wilayah daratan. Oleh sebab itu keberadaan angin darat dan angin laut yang bertiup di wilayah pantai selalu silih berganti sepanjang hari dan sepanjang tahun. Indonesia merupakan Negara dengan panjang pantai terbesar di seluruh dunia, dengan luas wilayah laut kurang lebih 2/3 dari keseluruhan luas wilayah Indonesia. Data statistik dari wilayah Nusantara adalah: Berdasarkan angka-angka yang tercantum dalam tabel tersebut tampak bahwa panjang seluruh garis pantai di Indonesia tercatat 80 791 kilometer. Itu berarti paling tidak terdapat sepanjang itu pula daerah yang potensial dengan energi angin. 

Namun demikian masih perlu dicermati lebih lanjut daerah-daerah pantai yang aman untuk dimanfaatkan sebagai ladang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) Sebetulnya Indonesia sebagai Negara kepulauan untuk mendapatkan angin tidak ada masalah, apalagi posisinya yang strategis Indonesia berada di daerah tropis Keberadaan angin untuk PLTB disyaratkan dapat diperoleh sepanjang waktu baik siang maupun malam secara berkelanjutan. Walaupun secara keseluruh- an potensi energi angin di Indonesia rata-rata tidak besar, namun berdasar- kan atas survei dan pengukuran data angin yang telah dilakukan sejak 1979 terdapat banyak daerah prospektif, karena memiliki kecepatan rata-rata tahunan sebesar 0,3-4.5 m/detik, atau energi antara 200-1.000 kwh/m² Potensi ini sudah dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik skala kecil (Chungga 10 kw). Apabila demikian, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) cakup potensial dikembangkan di wilayah pantai Indonesia. 

Pertimbangan Kondisi Geografis Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Bayu)

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tempat wilayah sebagai ladang PLTB adalah sebagai berikut:

(1) Merupakan daerah yang setiap hari terasa ada angin, merupakan daerah bebas dari gangguan hewan maupun manusia.

(2) Merupakan daerah pantai yang terbuka, artinya di depan garis pantai (ke arah laut) tidak terhalang oleh tumbuhan dengan tegakan tinggi hutan bakau. Daerah yang demikian sangat potensial untuk mendapatkan angin laut pada siang hari dan angin darat pada malam hari

(3) Merupakan daerah yang landai. Daerah yang demikian angin yang berhembus dekat permukaan laut dapat langsung memutar baling- baling PLTB 

(4) Merupakan daerah yang bebas dari hempasan gelombang pasang maksimum. Dengan demikian bangunan PLTB harus terhindar dari abrasi air laut.

(5) Merupakan daerah bebas bencana tsunami. Pengalaman membukti- kan, bencana tsunami di Sumatera Barat (Aceh) pada 26 Desember 2004, bencana tsunami di Fukushima, Miyako 2010, bencana tsunami Maret 2012 di pantai Rikuzentakata, Jepang merupakan pengalaman berharga yang tidak akan pernah terlupakan.

(6) Merupakan daerah pantai yang aman dari gempa tektonik/gempa vulkanik

(7) Tidak berada di daerah perbatasan (muara) sungai. Disarankan untuk menghindari banjir di bantaran sungai.

(8) Bukan merupakan daerah wisata pantai dan bukan daerah untuk latihan militer.

Bila suatu wilayah akan dimanfaatkan sebagai ladang kincir angin. daerah tersebut hendaknya bebas dari tanaman yang tinggi. Lahan tempat kincir angin juga disarankan untuk ditanami semak atau rumput agar permukaan tanah tidak tererosi oleh angin. Baling-baling angin harus dipasang cukup tinggi. Paling tidak ujung baling-baling berjarak dua meter dari permukaan tanah agar tidak "menyabet" orang yang kebetulan berada dibawahnya, atau dipasang pagar pengaman.

PLN kembangkan PLTB di 2 lokasi

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) tahun ini berencana mengembangkan PLTB di 2 lokası yaitu Sumba (Nusa Tenggara/NTT) dan Singkil (Nanggroe Aceh Darussalam) Untuk di Sumba akan dilakukan uji coba mulai bulan depan (April 2012) dan akan dicoba selama 6 bulan dengan kecepatan angin yang cukup untuk pembangkit yaitu sekitar 5 meter/detik. Jika hasilnya bagus akan diperpanjang, sementara untuk Singkil kapasitas rata-rata berkisar 200 kilowatt (kW). 

Jika pengembangan oleh PLN di Sumba dan Singkil berhasil, maka perseroan akan mengembangkan PLTB di wilayah lain bahkan untuk Indonesia Timur, ada kemungkinan membeli listrik dari tenaga angin dari pengembang asal perusahaan Korea Selatan. Untuk satu megawatt (MW) diperlukan investasi sekitar USS 3 juta Pengembangan PLTB lokasinya bersifat selektif, terutama pada kecepatan angin yang tinggi dan stabil hanya ada di lokasi-lokasi tertentu, sehingga untuk mengembangkan PLT Bayu dengan kecepatan angin yang rendah dibutuhkan teknologi tinggi. Bila ingin membangkitkan listrik itu normalnya kecepatan anginnya sekitar 6 meter/detik, tetapi dengan teknologi baru maka dengan kecepatan 2-3 meter detik juga bisa dikembangkan. Ada rencana akan dikembangkan PLT Bayu dengan kapasitas besar di daerah Jawa Barat bentuknya wind farm (http://www.ebtke.esdo.go.id/energi bayu, 02/07/2012 21:06. PLT Bayu di dua lokasi).

Konversi energi angin menjadi energi listrik

Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam. PLTB mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana. Energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik, Energi strik ini biasanya akan disimpan ke dalam baterai sebelum dimanfaatkan. 

Indonesia negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia, yaitu sekitar 80.791,42 kilometer, merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin, namun sayang tampaknya potensi ini belum dimanfaatkan. Syarat-syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik adalah sebagai berikut: angin kelas 3, adalah batas minimum dan kelas 8 adalah batas maksimum energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. 

PLTB sebagai jenis pembangkitan energi dengan laju pertumbuhan tercepat di dunia dewasa ini. Saat ini kapasitas total PLTB untuk Indonesia dengan estimasi kecepatan angin rata-rata sekitar 3 meter/detik atau 12 kilometer/jam, atau 6,7 knot/jam, turbin skala kecil lebih sesuai digunakan di daerah pesisir. pegunungan, dataran. Perlu diketahui bahwa kecepatan angin bersifat fluktuatif, sehingga pada daerah yang memiliki kecepatan angin rata-rata 3 meter/detik akan terdapat pada saat di mana kecepatan anginnya lebih besar dari 3 meter/detik, pada saat inilah turbin angin dengan cut-in win speed 3 meter/detik akan bekerja. 

Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data darı World Wind Energy Association, sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93,85 gigawatt, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun 2007, 7 unit dengan kapasitas sama Senyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar 3 unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung. Pusing-masing satu unit. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka PLT Bayu ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025 (http://www.alpensteel.com/article/47-103-energi angin-wind-turbin)

0 Response to "Konsep Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angim): Potensi Sumber Energi Bersih di Dunia"

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed