-->

Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Nelayan Melalui Platform Anak Bangsa "Aruna"

Kelompok nelayan Kalimantan Selatan menggunakan Aruna untuk menjual ikan dan hasil laut (foto: instagram @aruna.indonesia)


sobathiking.com, Jember - Aruna Indonesia menjadi Platform e-commerce yang dikhususkan untuk produk bidang kelautan dan perikanan yang bertujuan untuk menghubungkan  nelatan kecil di Indonesia langsung kepada market/pembeli dengan bantuan teknologi digital.

"Ada sekitar 20 ribu nelayan yang tersebar di 15 provinsi, yang telah menjual hasil tangkapannya melalui aplikasi Aruna. 10% diantaranya telah aktif bertransaksi dan sudah mendapatkan kenaikan penghasilan 20%-30% karena mendapatkan akses market yang langsung.",  ujar Utari Octavianty.

Utari Octavianty selaku pendiri Aruna, yang merupakan alumni program Royal Academy of Engineering, Leaders in Innovation Fellowship di Inggris, menyadari ada banyak permasalahan dalam industri perikanan Indonesia yang membuat kesejahteraan ekonomi nelayan menjadi kurang baik. Selain nelayan yang mendapat bayaran rendah, industri perikanan juga memiliki rantai pasokan yang tidak efisien, kualitas kontrol buruk, dan kenaikan harga yang tinggi.

Dari permasalahan yang ada, Utari mulai termotivasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, Utara menyampaikan "cita-citanya ingin agar ikan dari laut bisa langsung dikonsumsi di rumah-rumah.", Agar para nelayan tidak mesti terbebani dengan masalah pada industri perkinanan.

Utari bersana temannya  Farid Naufal Aslam dan Indraka Fadhlillah membangun start up e-commerce "Aruna" dengan maksud mengatasi permasalahan yang ada di industri perikanan dengan inovasi teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Secara geografis, garis pantai Indonesia membentang lebih dari 50 Km, oleh karena itulah harusnya Indonesia dapat berada di posisi teratas pasar ikan global yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara signifikan kepada para pelakunya. Namun pada kenyataannya, para nelayan Indonesia masih memiliki pendapatan yang relatif rendah yaitu kurang dari 84 dolar AS atau sekitar Rp 1,1 juta per bulan. Utari menjelaskan "90% nelayan kecil di Indonesia masih berpenghasilan tidak lebih dari 1,1 juta perbulannya."

Angka yang kecil itu membuat jumlah nelayan di Indonesia selama 10 tahun menurun drastis karena masyarakat yang enggan untuk terjun di industri perkinan.

Utari menjelaskan bahwa permasalahan yang ada ditemukannya setelah mereka melakukan riset selama dua tahun. Tidak hanya melalui beragam teori, Utari dan rekannya melakukan riset langsung dengan terjun melihat pola pekerjaan sebagai nelayan.

"Di situ, kita dapat melihat situasi real dan akar permasalahannya," ujar Utari di acara Indonesia Development Forum, tahun lalu.

Utari menjelaskan bukti permasalahan pada industri perikanan dan kelautan terlihat dari harga beli di tingkat nelayan yang rendah, dan melambung tinggi di konsumen. Utaru mencontohkan pada kasus ikan cakalang. "Di tingkat nelayan, harganya hanya Rp 15 ribu per kilogram yang kemudian dapat melesat menjadi Rp 26 ribu per kilogram saat di pasaran."

Dengan hadirnya Aruna, nelayan dapat langsung menjual sendiri hasil tangkapannya melalui lelang ikan digital dan memasarkan produk makanan laut dengan harga yang lebih layak.

Berdasarkan data dari platform Aruna dipastikan terdapat transparansi pada proses perdagangan dan nelayan dapat langsung mengetauhi nilai sebenarnya dari hasil tangkapannya. 

Pada awalnya mayoritas bisnis yang terjadi di Aruna tidak hanya untuk target pasar lokal melainkan hingga kegiatan ekspor ke berbagai negara seperti China dan Amerika Serikat. Namun, sejak diberlakukannya pembatasan perjalanan termasuk ekspor-impor karena pandemi COVID-19, Utari dan rekannya memutuskan untuk mengadaptasi model fokus pasar lokal untuk penjualan di Aruna agar para nelayan tetap dapat melakukan penjualan di masa pandemi.

Sebagai bentuk pengembangan lainnya, Aruna juga mulai berkolaborasi dengan berbagai platform e-commerce grosir lokal lainnya untuk menambahkan produk ikan dalam kemasan. Hasilnya, pelanggan dapat membeli produk perikanan langsung dari nelayan Aruna di toko online 'Seafood by Aruna' melalui berbagai e-commerce seperti Tokopedia, Bulalapak, dan Shopee.

Keberhasilan Aruna dalam mengembangkan industri perikanan dari berbagai permasalah dan peningkatan kesejahteraan nelayan membuat Aruna mendapat penghargaan Alipay-NUS Enterprise Social Innovation Challenge pada April 2019.

Utari menambahkan, Aruna akan terus memperluas layanan dan meningkatkan akses nelayan Indonesia terhadap sumber daya dasar lain seperti listrik, air bersih, dan internet. Selain itu, Utari dan timnya akan terus menggunakan platform Aruna sebagai saranan peningkatan kapasitas nelayan Indonesia dengan menawarkan pelatihan penangkapan ikan secara berkelanjutan, pengolahan ikan, pengelolaan keuangan, dan panduan penggunaan aplikasi Aruna.


(YRP)

0 Response to "Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Nelayan Melalui Platform Anak Bangsa "Aruna""

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed