-->

Destinasi Bukit Jengkoang Batu Malang, Lahan Perkebunan Penghilang Stress

Destinasi Bukit Jengkoang Batu Malang, Lahan Perkebunan Penghilang Stress - Bukit Jengkoang menjadi salah satu dari banyaknya destinasi wisata alam di Malang yang sangat asri. Wisata bukit Jengkoang ini mengambil landscape dari perkebunan di daerah Batu, meskipun tidak murni sebagai wisata alam atau seperti halnya wisata Brakseng, wisata bukit Jengkoang tetap memiliki kesegaran dan keasrian yang sangat cocok untuk tempat berlibur menghilangkan stress.

source ig @jengkoangcampersite

Selain sebagai sekedar destinasi penghilang stress, bukit Jengkoang merupakan tempat yang sangat sempurna bagi sobat penggemar fotografi landscape ataupun pegiat olaraga outdoor lari dan bersepeda. Berikut adalah rangkuman destinasi Bukit jengkoang yang penulis rangkum untuk sobat.

Lokasi dan Tarif Tiket Bukit Jengkoang

Saat berkunjung di Bukit jengkoan, sobat akan dimanjakan dengan latar pemandangan perkebunan wortel, cabai, bayam, apel, jeruk dan sebagainya serta dengan pemandangan megahnya gunung-gunung disekitar seperti Arjuna, Kawi, Panderman dan Butak. Terletak tidak jauh dari pusat kota Batu atau tepatnya berada di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, sobat lebih kurang memperlukan waktu 20-30 menit untuk mencapai lokasinya. Untuk detail lokasi dan rute menuju Bukit Jengkoang, sobat dapat klik “Lokasi dan Rute menuju Bukit Jengkoang”.

Udara yang segar di tengah perkebunan bumiaji menjadikan destinasi Bukit Jengkoang menjadi tempat yang sangat sempurna untuk menghilangkan stress. Di destinasi wisata ini telah berdiri warung-warung warga yang menjual berbagai camilan makanan dan minuman, kehadiran warung inilah yang membuat wisatawan betah berlama-lama di lokasi ini, sambil menikmati segarnya udara dan menatap pemandangan alam yang indah sobat dapat memesan minuman hangat seperti kopi atau teh sehingga essensi dari healing benar-benar sobat dapatkan di Bukit Jengkoang.

Sebelum sobat berwisata di Bukit Jengkoang ini, ada baiknya sobat memperhitungkan jenis kendaraan sobat terlebih dahulu. Sangat tidak direkomendasikan untuk datang kemari dengan menggunakan motor matic terutama saat musim hujan. Jalan yang masih didominasi oleh tanah pastinya bukan tandingan motor matic terlebih lagi saat musim hujan yang menjadikan jalannya menjadi licin. Begitu pula bagi sobat yang ingin membawa mobil untuk berlibur dengan keluarga di Bukit Jengkoang, pastikan sobat tidak membawa mobil dengan ukuran lebar cukup besar, jalanan disini masih sangat sempit dan hanya cukup untuk dilalui satu mobil saja.

Untuk berkunjung ke Bukit Jengkoang, sobat tidak perlu membayar tiket masuk sama sekali alias gratis, namun karena lokasinya yang berada di Kawasan perkebunan tentuya sobat tidak dapat meninggalkan kendaraan lalu berkeliling jauh begitu saja. Berbeda dengan wisata alam lain atau seperti Taman Langit Gunung Banyak yang sudah dikelola dengan konkrit, bukit Jengkoang masih merupakan wilayah perkebunan lokal yang kerap dikunjung wisatawan untuk berlibur saja.

Jam Terbaik untuk Berkunjung

Lokasinya yang sangat asri dengan hamparan perkebunan tertata rapi serta pemandangan gunung-gunung juga menjadi alasan dari wisatawan dengan basic fotografer landscaper datang kemari. Pemandangan yang siduhkan di bukit Jengkoang memang sangat indah, saat pagi hari hamparan perkebunan akan diselimuti dengan kabut tipis yang dingin, saat siang hijaunya perkebunan dan hutan disekitar akan terlihat sangat kontras dengan birunya langit, sementara saat sore bukit Jengkoang menampilkan pemandangan matahari tenggelam dengan sangat jelas di tempat terbuka. Sebelum datang kemari pastikan sobat sesuaikan juga dengan kebutuhan sobat dan pemandangan apa yang ingin disaksikan di Bukit Jengkoang.

Aturan Wisatawan

Bukit Jengkoang notabenenya merupakan perkebunan warga yang karena keindahannya menjadikan lokasi ini menarik untuk dikunjungi. Jadi, saat sobat berkunjung kemari pastikan sobat untuk mematuhi beberapa hal, yaitu:

·         Tidak membuang sampah sembarang

·         Tidak merusak perkebunan warga

·         Menjaga sopan santun

·         Menghormati aktivitas warga sekitar

Aturan ini memang bukan merupakan aturan tertulis yang terpampang sebeum sobat memasuki Bukit Jengkoang. Tapi aturan ini adalah hasil simpulan yang penulis ambil dari berbagai wisata lainnya dengan basic lahan pertanian masyarakat agar kegiatan wisatawan tidak berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Lokasi Strategis untuk Olaraga

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, lokasinya yang tidak terlalu jauh dari kota Batu dengan pemandangan yang memberikan kesegaran berhasil menjadikan bukit Jengkoang menjadi destinasi yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi terutama sebagai spot olaraga seperti lari dan bersepeda.

Setiap weekend pagi sudah menjadi langganan bagi para pegiat olaraga lari dan bersepeda gunung/MTB untuk berkeliling menyusuri Kawasan Bukit Jengkoang. Udara yang dingin di pagi hari dengan pemandangan yang asri menjadikan lokasi ini tempat yang sempurna untuk menghilangkan stress dengan berolaraga.

Berkemah di Bukit Jengkoang

Oiya sob, sebagai destinasi outdoor memag tidak lengkap jika tidak dapat digunakan untuk berkemah, di bukit Jengkoang ini sobat dapat loh merasakan sensasi berkemah di kawasan lahan perkebunan denga altitude +1200 mdpl. Tapi untuk berkemah kemari sobat tidak dapat dengan seenaknya mendirikan tenda disembarang tempat ya, jika sobat ingin berkemah di Bukit Jengkoang ini sobat terlebih dahulu harus reservasi campsite di https://campsite.bio/jengkoang .

source ig @campervanmalang

Bagaimana sob? Sangat menarik bukan Bukit Jengkoang ini untuk masuk kedalam daftar tujuan wisata saat sobat berwisata di Batu Malang. Pastikan saat sobat berlibur di Bukit Jengkoang untuk tidak memberikan dampak buruk seperti menyampah dan merusak tanaman, Bukit Jengkoang adalah lahan bekerja dari warga sekitar jadi sangat tidak etis jika sobat datang kemari dan bertindak sewenangnya.

 

 


0 Response to "Destinasi Bukit Jengkoang Batu Malang, Lahan Perkebunan Penghilang Stress"

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed