-->

Situs Goa Gajah Bali, Wisata Religi dan Budaya (informasi rute, tiket, sejarah)

Situs Goa Gajah Bali, Wisata Religi dan Budaya (informasi rute, tiket, sejarah) - Pulau Bali tidak pernah kehabisan tempat yang indah untuk dijelajahi. Jika selama ini Bali terkenal dengan ombaknya yang indah, mempesona, ramai dan besar, ternyata ada sisi lain dari pariwisata Bali. Bagian itu adalah tur ke lokasi bersejarah. Meski lokasi wisata sejarah di Bali tidak banyak dan besar seperti kabupaten di Jawa  Tengah dan Yogya, namun lokasi wisata sejarah di Bali tidak kalah menarik.


Situs Goa Gajah Bali, Wisata Religi dan Budaya
Sumber Gambar

Faktor utama yang membedakan pariwisata di lokasi bersejarah di Bali dengan di Pulau Jawa adalah bahwa wisata sejarah di Bali merupakan tempat tinggal. Sebuah situs bersejarah yang masih berfungsi seperti saat situs itu dibuat 1000 tahun yang lalu. Hal ini tentunya memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan mengunjungi situs mati di Jawa. Goa Gajah merupakan sebuah situs candi kuno yang telah dibangun lebih dari 1000 tahun yang lalu dan uniknya lagi sampai sekarang masih berfungsi sebagai tempat suci bagi umat Hindu dan Budha. Selain masih aktif, ada yang unik dari lokasi ini yang tidak dimiliki oleh situs candi lainnya.

Jika candi umumnya dibuat menjulang tinggi ke langit, di sini situs candi dibuat tebing. Situs ini berupa Gua Buatan.

Karena keunikan yang ada pada Goa Gajah tersebut, UNESCO akhirnya memasukkan Goa Gajah sebagai salah satu daftar tentatif tempat warisan dunia yang wajib dilindungi. UNESCO mendaftarkan gua ini sebagai warisan dunia dalam daftar tentatif (menunggu konfirmasi) pada 19 Oktober 1995 di bidang budaya.

Pura Goa Gajah Ubud adalah salah satu deretan pura tertua di pulau Bali. Tidak hanya itu sob, Pura Goa Gajah juga layak disebut sebagai salah satu pura dengan desain bangunan paling megah di Pulau Dewata. Selain itu pura ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi di Bali.

Memiliki bentuk arsitektur bangunan yang unik, tentunya tidak heran dan pantas jika Pura Goa Gajah Bali ini menjadi destinasi wisata budaya dan religi yang sukses menarik banyak wisatawan. Pengunjung dapat berjalan kaki melewati kompleks candi yang terdiri dari dua area utama.

Area pertama terletak di utara yang merupakan situs peninggalan ajaran Siwa. Hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan arca Ganesha dan Trilingga. Kawasan ini juga menjadi tempat peribadatan umat Hindu di pulau Bali.


Sejarah Goa Gajah
Gua ini terkenal sebagai salah satu pura yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi di pulau Bali. Pura Goa Gajah ini merupakan lokasi suci bagi umat Hindu dan Budha Bali pada masa  dinasti Warmadewa. Dinasti Warmadewa diketahui pernah menguasai Pulau Dewa dari abad ke-10 hingga abad ke-11 Masehi.

Dalam kitab lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca dijelaskan bahwa pada tahun 1365 M, terdapat literatur Lwa Gajah (Lwa atau Lwah / Loh) yang artinya sungai gajah. Sungai yang terletak di depan pura tersebut sekarang dikenal dengan Sungai Petanu.

Penemuan kembali tempat ini pada zaman modern, berasal dari laporan seorang pejabat Hindia Belanda pada tahun 1923 yang menyebutkan adanya arca Ganesha, Tri lingga dan Hariti. Oleh Pemerintah Hindia Belanda, laporan tersebut ditindaklanjuti dengan mengundang Dr. WF. Stuterhiem yang telah melakukan penelitian di Bali pada tahun 1925.

Penelitian terkait keberadaan Pura Goa Gajah Bali juga kembali dilanjutkan 5 tahun setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1950. Penelitian dilakukan oleh J.L Krijgman dengan staf dari Dinas Purbakala RI. Tim penelitan tersebut melakukan proses penelitian serta penggalian pada tahun 1954-1979. Hasil penelitiannya, berhasil menemukan keberadaan enam patung berbentuk perempuan serta sebuah petirtaan kuno.


Situs Goa Gajah Bali, Wisata Religi dan Budaya
Sumber gambar


Lokasi Goa Gajah

Pura Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kabupaten Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Jarak Goa Gajah berkisar 26 km dari Denpasar, 40 km dari Kuta, dan 5 km dari Ubud. Lokasi Goa Gajah mudah untuk dijangkau, terutama karena lokasinya yang berada di jalur utama Denpasar - Tampaksiring.

Berada di sungai Petanu dengan hamparan persawahan yang indah. Lokasi tepatnya berada di tepi tebing dan pertemuan sungai kecil di desa.


Rute Menuju Goa Gajah dan Tarif Tiket

Jika ingin berlibur ke tempat wisata di Goa Gajah Gianyar, pengunjung pasti membutuhkan sarana transportasi. Pilihan transportasi terbaik untuk liburan di Bali adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil.

Saran ini kami berikan karena lokasi ini belum dilalui angkutan umum langsung dari Denpasar. Meskipun Anda dapat menggunakan transportasi umum, Anda harus berganti kendaraan berulang kali, yang mengkhawatirkan akan membuat Anda bingung dan sangat tidak nyaman.

Pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 30.000 per orang. Ada juga tambahan biaya parkir yang dipatok Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk sepeda motor.

Jam Buka Goa Gajah

Dsestinasi wisata berbasis budaya dan religi ini di buka untuk wisatawan mulai pada pukul08.00-17.00 WITA.

Namun nyatanya, lokasi wisata ini buka 24 jam. Hal ini dikarenakan selain dari lokasi wisata, obyek ini merupakan tempat tinggal. Hidup dalam arti masih berfungsi sebagai tempat peribadahan suci bagi umat Hindu dan Budha.

Sesuai dengan fungsi tersebut, sangat mungkin terdapat kegiatan keagamaan yang harus dilakukan di alam. Karena itulah lokasi ini akhirnya buka 24 jam.


Fasilitas Goa Gajah

Sebagai destinasi wisata yang cukup populer dan banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, beberapa fasilitas penunjang telah disediakan di kabupaten tersebut. Fasilitas dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kesenangan bagi pengunjung yang berwisata kesini.

Selain tempat parkir dan toilet, di kawasan Goa Gajah juga terdapat toko suvenir atau warung dari penduduk setempat.

Fasilitas wisata lainnya juga terdapat layanan foto yang unik yaitu cara berfoto dengan ular piton.


Situs Goa Gajah Bali, Wisata Religi dan Budaya
Sumber Gambar


Peninggalan Budaya di Goa Gajah Gianyar

Peninggalan budaya yang terdapat di Situs Pura Goa Gajah daat dikelompokkan menjadi empat komplek, yaitu:

Komplek Dalam Goa - Di dalam gua terdapat pahat di dinding batu kokoh yang menonjol dari dinding sekitar 5,75 meter. Tampak depan di bagian atas mulut gua dipenuhi dengan ukiran berupa pengisap daun, bebatuan, monyet, babi, dan monster. Mulut gua diperkirakan memiliki tinggi 2 meter dan lebar 1 meter.

Pada dinding sebelah timur lorong goa, baris paling atas bertuliskan kumon dan baris paling bawah bertuliskan sahy(w)angsa, dilihat dari bentuknya, tulisan tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-11.

Di dalam goa tersebut terdapat total 15 relung. Beberapa relung di dalam gua terdapat arca, yaitu arca Ganesha di ujung barat relung, arca Trilingga yang terletak di ujung barat gang yang membujur timur dan barat, serta pecahan arca yang terletak di salah satu relung. relung di dinding utara.

Komplek Kolam Petirtaan - Kolam petirtaan terletak 11 meter di selatan gua, petirtaan terletak 3 meter di bawah permukaan tanah pelataran candi. Air di petirtaan ini berasal dari sumber air yang terletak 100 meter di sebelah timur gua.

Kolam petirtaan ini ditemukan dan digali oleh Kriygsman pada tahun 1954, saat ia menjabat sebagai kepala kantor Purbakala di Bali. Peninggalan purbakala di kompleks petirtaan ini terdiri dari 3 buah kolam yang masing-masing dipisahkan oleh tembok rendah dan terdapat 6 buah patung rendaman dada.

Bagian komplek Depan Goa -  pada bagian depan Goa Gajah terdapat  artefak-artefak peninggalan yang diklasifikasikan menjadi dua bagian. Peninggalan tersebut berada di kiri dan kanan mulut goa dan ditempatkan di pelinggih sebelah barat goa.

Peninggalan purbakala yang ditemukan di kiri dan kanan mulut gua adalah patung mandi Ganesha, patung penjaga / Dwarapala, dan batu silinder. Sedangkan peninggalan purbakala pada bangunan pelinggih di sisi barat goa adalah arca raksasa (arca jongkok), arca Ganesha, dan arca Dewi Hariti.

Komplek Tukad Pangkung - Kompleks lembah Tukad Pangkung terletak di selatan kolam Petirtaan menuruni bukit menuju sungai Petanu. Peninggalan arkeologi di lokasi ini menunjukkan peninggalan untuk pemujaan oleh umat Buddha di masa lalu. Peninggalan yang ditemukan berupa pecahan bangunan yang sebelumnya merupakan bagian dari pahatan dinding / tebing, dan sebelumnya dianggap sebagai candi tebing.

Di sebelah barat pecahan (fragmen) bangunan Tukad Pangkung terdapat sebuah pertapaan khusus. Bangunan tersebut ditemukan oleh Bapak Conerat Spies pada tahun 1931. Peninggalan arkeologi berupa pecahan di lokasi ini berupa relief tiga belas dek pembayaran, relief stupa bercabang tiga, dan pecahan arca Buddha.

Wisata lain di Sekitar Goa Gajah

Disekitar kawasab Goa Gajah banyak terdapat berbagai destinasi wisata yang dapat dikunjungi dan menjadi rekomendasi wisata saat di Bali, tentunya berlibur di Goa Gajah tidak akan membosankan karena kalian dapat mengunjungi destinasi wisata lain dengan jarak yang cukup dekat.

Setelah mengunjungi Goa Gajah, sobat dapat singgah di objek wisata Pura Samuan Tiga yang berada hanya sekitar 800 meter ke arah timur di Desa Bedulu. Pura Samuan Tiga yang terkenal memiliki nilai spiritual yang tinggi, dan terdapat peninggalan artefak sejarah dari masa lalu.

Bagi pecinta wisata sejarah, hanya berjarak sekitar 950 meter dari Goa Gajah terdapat sebuah museum purbakala bernama Museum Gedong Arca. Di museum ini kita bisa melihat peninggalan purbakala.

Relief yeh pulu memiliki jarak sekitar 1,4 km dari Goa Gajah. Tempat wisata Yeh Pulu merupakan tempat wisata cagar budaya nasional berupa relief sejarah. Di sini, terdapat banyak ukiran di dinding batu yang menceritakan kehidupan masyarakat dan kerajaan Bali kuno.

Situs purbakala lain yang berdekatan dengan Goa Gajah adalah Goa Garba yang terletak di Dusun Sawegunung, Desa Pejeng, Kabupaten Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Tempat wisata yang terletak sekitar 3,6 km dari Goa Gajah ini merupakan goa berupa ukiran melengkung di tepian ngarai sungai Pakerisan. Pengunjung juga akan menemukan jejak kaki manusia yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai kaki Kebo Iwa.


0 Response to "Situs Goa Gajah Bali, Wisata Religi dan Budaya (informasi rute, tiket, sejarah)"

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed