-->

Wisata Pura Tirta Empul Tampak Siring dan Mata Air Suci

 

pura tirta empul dan mata air suci
sumber gambar instagram @thihalulin


Wisata Pura Tirta Empul Tampak Siring dan Mata Air Suci - Tirta Empul menjadi salah satu wisata pura yang ada di Bali. Destinasi wisata di Bali memang tidak hanya tentang keindahan alamnya yang menawan, kebudayaan yang masih kental juga menjadi alasan Bali kerap dikunjungi wisatawan. Destinasi wisata yang dapat dikunjungi di Bali memang sangat unik, ada yang tema ayunan dengan landscape suasana pedesaan, kesenian tari kecak, hingga spot snorkling juga ada.

Bali yang mayoritas masyarakat beragama Hndu tentunya wajar jika di pulau in terdapat banyak pura disetiap sudutnya, meskipun menjadi bangunan sacral tempat ibadah masyarakat pulau Dewata, beberapa pura juga kerap dikunjungi wisatawan dan menjadi objek tujuan saat di Bali, misalnya saja PuraLuhur uluwatu dan Tanah Lot.

 Pura Tirta Empul adalah sebuah pura yang lokasinya berada di desa Manukaya, kec. Tampak Siring, Kab. Gianyar Bali. Pura ini kerap menjadi destinasi wisata tujuan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri karena beberapa hal, salah satunya adalah uniknya arsitektur pura ditambah dengan terdapatnya mata air di dalam area pura itu.

Sebagai tempat beribadah umat Hindu Bali, adanya mata air disini juga digunakan masyarakat untuk mensucikan diri dan memohon tirta suci. Menurut sejarahnya, Tira empul ini ditemukan pada sekitar 926 masehi atau pada dinasti Warmadewa. Pura ini lebih jelasnya dikenal dengan nama pura Tirta Empul Tampak Siring.

Penamaan “Tmpak Siring” memiliki arti Telapak darikata Tampak dan Miring dari kata Siring. Kemudian, telapak yang terdapat pada nama pura ini adalah telapak dari raja Mayawenewa. Ia adalah rja sakti yang memiliki ilmu menghilang dan dapat berubah bentuk.sayangnya diceritakan pula jika raja ini memiliki sifat jahat dan mengangap dirinya sebagai seorang dewa.

Menanggapi sifat jahatnya, seorang pendeta Bernama Kulputih, mendoakan dan memohon agar dewa Indra berkenan untuk melawan dan menumpaskan raja Mayadenewa. Doa itupun terdengar dan dikabulkan, Dewa Indra mengutus pasukannya untukmelawan Mayadenewa, Mayadenewa akhirnya kalah dan pergi ke dalam hutan.

Tidak berhenti sampai disana. Pada malam harinya, Raja Mayadenewa pergi ke area perkemahan pasukan dewa Indra secara mengndap-endap dan meracuni tempat air minum disana. Pada saat bergerak diam-diam inilah Mayadenewa menggunakan sisi telapak kakinya untuk berjalan agar tidak ketauhan dan meninggalkan jejak. Dari sinilah nama Tampak Siring yang memiliki arti jejak miring-pun diambil. Upayanya dalam meracuni air pasukan dewa Indra berhasil dan melemahkan Sebagian pasukan yang tengah mengejar Mayadenewa ini.

Dewa Indra menancapkan senjatanya ke tanah untuk menyembuhkan dan membersihkan efek racun dari Mayadenewa. Akhirnya dari tncapan itu munculah mata air yang berguna sebagai penawar racun. Mata air in diberi nama dengan “Tirta empul” yang bermakna mata air suci yang muncul dari tanah.

Lokasi dan Traif Tiket Tirta Empul

Lokasi tepatnya berada di Jalan Tirta, desa Manukaya, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar Bali. Objek wisata pura ini satu jalur dengan wisata lain di Kawasan Ubud Bali seperti Tegalalang.

Dari arah bandara Ngurah Rai Denpasar, setidaknya membutuhkan waktu watu jam dengan jarak tempu 52 KM untuk menuju pura ini. sedangkan dari lokasi ubud monkey forest jarak tempuhnya adalah 16 km dengan estimasi perjalan 30 menit.

Tarif tiket yang dikenakan agar wisatawan dapat berkuung ke puraini juga terbilang cukup murah, rentan harganya juga disesuaikan dengan usia, berikut adalah tarif harganya,

-. Dewasa: Rp 30.000

-. Anak: Rp 25.000

-. Parkir Mobil: Rp 5.000

-. Parkir Motor: Rp 2.000

Pbjek wisata ini dibuka setiap hari kecuali saat hari raya nyepi, jam buka wisatanya adalah mulai 09.00-17.00, sementara dibuka 24 jam untuk masyarakat yang hendak beribadah.

Aturan Pakaian (dresscode)

Kesopanan harus dijunjung tinggi dalam memasuki tempat ibadah, bahkan di Bali aturan pakaian untuk memasuki area pura juga ada disini. untuk memasuki pura Tirta Empul ini wisatawan harus menggunakan kain sarong untuk menutupi tubuh bagian bawah dari pinggang hingga kaki. Sementara bagian badan atas dapat itutup dengan kaos atau kemeja. Kemudian dibagian pinggang kalian juga perlu mengenakan selendang. Udeng sebagai penutup kepala tradisional di Bali tidak diwajibkan, namun lebih baik anda menggunakannya agar kalian dapat menikmati sensasi yang lebih.

Selain aturan pemakain (dresscode) ada juga beberap aturan lain yang harus dipatuhi oleh pengunjung yaitu: jangan mengnjakan kaki di tempat pemujaan, Wanita haid tidak boleh memasuki area pura, jangan meludah, jaga kebersihan dan bersikap sopan baik tata cara bicara dan prilaku.

Dari pada kebanyakan pura lain di Bali, pura ini lebih berbea karena disini kalian dapat juga berendam di pemandian pura Tirta Epul Tampka Siring yang terkenal kesuciannya. Jika kalia ingin berendam disini pastikan untuk tidak lupa membawa pakaian ganti, handuk, sarong, selendang serta kantong plastic. Disini telah disediakan juga fasilitas pendukung seperti toilet dan kamar ganti yang dapat kalian gunakan.

 

 

 

0 Response to "Wisata Pura Tirta Empul Tampak Siring dan Mata Air Suci "

Post a Comment

jangan diisi

iklan dalam artikel

iklan display

Iklan dalam feed